Aku Aku Mu   Leave a comment


Ku acu hasrat
Jauh dari pusar daya
Berpeluh
Tak jenuh
Walau ada yang mengeruh
Sebab moyang pernah tuahkan jejak Si Bijak.

Lalu Ku melata
Menapak tapal
Merentas batas,
Huru-hara,
Lengang terjal,,,, riskan!
Menembus takut pada titi tipis
Beronak
Rapuh
Lapuk,
Dibawahnya pekat…
Sebab perintah-Mu.

Tangan yang jua tengadah menadah belas
Merundung air tangis
Pada semua terang
Segala tenang malam
Bising hidup,
Tak henti
Tak Benci
Tak terperi,
Pun karena titah-Mu.
Tapi mana?
Kenapa?
Atau?
Masihkah ada yang salah,
Dari upaya
Dari cara
Dari setiap ayun,
Setiap huruf,
Harokah,
Makhraj dan atawa tata bahasa doa yang terlantuni….
Iringi nadi
Diri
Dan hari?

Tidak!!!
Usah Engkau tampung saja anak ciCit jerih itu!
Kirimku sebagian buat duniaku
Sebab jati dan hargaku….
Sedang butuh.

Jangan!!!
Aku ingin sekarang… Bukan saja kelak
Sebab,,
Itu yang mereka pinta
Dan mungkin bisa Akui keakuanku
Walau sungguh
Aku tidak butuh
Selain Aku-Mu.

(Sebangkai Makhluq Hidup)

Posted 10 June 2008 by dhianofie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: