Baru di Tahun Pilu   7 comments

Seperti belasan malam silam, malam ini ku masih suka menyendiri. Meski dinding angkuh menutupi kujur, kebisingan ribuan petasan dari orang-orang yang menyambut tahun barunya tembus, menukiki gendang dengar. Sungguh…. sebuah kebisingan dalam sunyi tak terperi.

Beberapa minggu silam, kau masih ada memanjakan rasa meski sering tidak ku sikapi sewajarnya. Tapi ketika kini kau tak disisi, sesal menjadi seperti kangker stadium tertinggi yang terus dan terus menggerogoti hati. Kau belahan jiwa, guru dan kekasih penuh penyanyang yang akhirnya pergi membawa titisan yang dulu pernah kau janjikan.

Haruskah aku tertempa menjadi insan yang hanya melewati hari untuk menapaktilasi masa lalu? Menghitung Kemarin tanpa peduli esok, dan lalu terbujur menjadi sebangkai makhluk terhukum mati? Selalu ku katakan “Sial mungkin tidak, tapi apa?”

Di hulu waktu terlihat sebentar lagi detik-detik akan pergi menoreh catatan jatah usia yang berkurang, menuju sebuah tahun yang dikatakan baru. Tapi entahlah, bagiku semua itu hanyalah pentas dengan beribu manusia yang teriak dengan semilyar basa bisu yang basi karena kekalutan makna. Indah bagimu, jahannam didiriku.

Celah kosong di otak pun jelma mengingatkanku pada moment sama setahun lalu dimana kau pernah memuaskan aku dengan vonis dunia milik kita berdua, meski ku masih saja tak yakin bakal memilikimu. Kini kata-kata itu kehilangan makna. Kini cerita itu tersulap menjadi gegap maha pekat. Padahal sejengkal lagi Tuhan ‘kan dewasakanku melalui lembut kasihmu.

Jika saja ketetapan alam memberiku hak untuk menggugat takdir, ku niscayakan itu adalah tugasku seumur hidup. Namun ku akhirnya tahu ternyata itu hanya nyanyian yang datang dari pusat lemah…. dan pasrah.

Terlalu cepat waktu ini berjalan memberiku janji yang tak sadar pernah ku sadari. Terlalu pesat laju dan alur cerita terskenariokan tanpa memberiku mencicip bahagia dan dewasa dalam saat yang lebih lama. Tak pernah terbenak bahwa kau ‘kan pergi mewarisiku kekuatan untuk banting tulang mencipta perih, dan kelemahan yang sangat lemah sehingga memungkinkan aku tak sanggup merekah sesungging senyum polos.

Kepada siapa ‘kan ku tagih janji itu? Janji untuk menjadi…. Janji untuk bisa menguasai diri, dan pada ujungnya menjadi hamba yang diridhai? Kenapa perempuan selalu datang mengulurkan diri kemudian pergi kala ku telah ikhlas memiliki, dan tak rela ia pergi? Kini Aku tidak takut untuk tidak bisa dicintai. Tapi aku ciut, karena mungkin tidak bisa mencintai lagi…. sebab waktuku, hanya kemarin.

Detik ini hampir habis. Detik dari hitungan tahun dimana aku nyaris menyiakanmu, membiarkanmu sendiri, dan tak peduli. Tapi nasib lagi-lagi membawakanku keajaiban untuk bangkit dan kembali, sampai pada saat aku meyakinkan diri kau tidak akan pernah membalas ucapan selamat tahun baruku. Baru bagimu bersama Kasih Ilahi. Baru bagiku, dibelai pilu.

Selamat jalan darah dan belahan jiwaku. Kau datang dan pergi mengisi janji, demi dan atas nama Pencipta hati. Semoga doaku tak riuh dengan ratap sampai kelak, sehingga datang saat dimana Tuhan mengutuk hatiku buat melupakanmu dan kembali hanya mengingatNya. Tenang dan damailah bersamaNya disana. Semoga kau masih terngiang ucapanku tahun lalu, “Selamat Tahun Baru”

7 responses to “Baru di Tahun Pilu

Subscribe to comments with RSS.

  1. juga…. selamat tahun baru 1 Muharram 1430, 1 January 2oo9 untuk penghuni sekalian alam

  2. Pingback: Selamat Tahun Baru « Bajang Mendane Community

  3. Met tahun baru yaaaa😀

  4. met tahun baru 2oo9….. baru, seharusnya tidak pilu. jangan sampe melarut ajah!

  5. hai…selamat tahun baru ya… hope the lord fill ur heart with all joyfull.. and renewed the new year with optimism… cheers

  6. tahun baru susah, susah jika kita tidak ada perubahan yang lebih baik…

  7. Ga ush kelamaan melow-nya mas ya.. Yang sabar to..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: