Puisial
- Mencoba mencatat sejarah diri melalui Intonasi meratap….
- Mencoba melukis diri dalam Intonasi menadah demi sebuah keinginan besar untuk menjadi manusia.
-Mencoba sesungguh hati menjadi Hamba yang diridhoi, lewat susunan kata yang sebetulnya tidak bisa dikategorikan jenis-jenis tulisan yang ada dalam Bahasa Indonesia.
Tulisan tulisan yang Saya kategorikan Puisi dengan embel ‘al’ sehingga menjadi Puisial, sesungguhnya hanya susunan kata kata yang secara tak sengaja Saya tulis baik lewat Hand phone, Laptop atau buku catatan kecil ketika bercengkrama dengan Alam.
Kebetulan, Saya adalah penyuka kesunyian. Karena biasanya ketenangan yang acap Saya sebut PENAKUT lebih sering berseliweran didalamnya. Pesisir malam, pastinya paling tepat bagi Saya buat menyepi. Bukan lari dari masalah, tapi justru disitulah seringkali buntut masalah itu dapat Saya pegang.
Disaat seperti itu, Imaginasi konyol Saya lantas bekerja sama dengan Nalaritas (dengan IQ Dibawah standar), mengulas dan merekonstruksi ulang sakit sedapnya problema yang Saya alami tadi siang.
Beranjak dari kuatnya kelemahan, maka tentu apa yang Saya tulis disini bukanlah merupakan kata kata seharga kalimat Hamka, Chairil Anwar atau Om Albert Einstein. Lebih kurang dengan Keponakan Saya yang tahun depan masuk TK.Semuanya tak lebih dari sekedar expresi jiwa yang sedang terhukum mati.
“Sesuatu yang memenuhi tong sampah dirumah Anda lebih berharga untuk dipulungin”
Dan tentu, Hanya Allah pemegang kebenaran sejati…
PeaCe be once you!
( Sebangkai Makhluq Hidup )
.





semua bermula dari kata, kata bermula dari huruf…semuanya diam kalau berhenti pada niat…
rangkailah terus huruf hurufmu dan sesekali kau boleh menghentak agar setidaknya kau terjaga dari rasa takut atau kalah…
semuanya memang dari kata, ya kata yang datang dari niatmu yang terdalam dan bila kau yakin maka ungkaplah dengan Nama Rabmu Yang Maha Agung…
kata bagi kamu… mungkin halilintar bagi orang lain, waspadalah adikku!
“hidup adalah pilihan”
setiap kata-kata yang awalnya baik menurut kita belum tentu menurut orang lain, begitu juga sebaliknya.
Nice post… salam from mahardhika ^^
Berani Hidup, berani mati
hal tersulit adalah memulai… setelah itu, kata-kata mengalir bagai air
dHian: memulai… dan mungkin memelihara serta meng-ejawantahkannya. makasih telah hadir…
nikmati hidup yg katanya indah ini,,,
dHian: yapZ… kita nikmati selagi ada yang bisa dinikmati
Bercengkrama dengan alam…. ^_^
wah… ikutan dung… ^^
ika di monjok, side dimana??
salam kenal om . mampir yah