Menelisik Lobang Syurga Pulau Batam
Pendahuluan
Hidup adalah sebuah Lobang. Dari Lobang, untuk Lobang, oleh dan karena Lobang. Bagaimanapun kita harus menyadari bahwa kita sedang menjalani kehidupan dalam sebuah lobang.
Hampir secara universal, tiada lain dari proses hidup ini berkaitan sangat erat dengan prosesi Mencari Lobang, dari dan menuju lobang dan/atau demi sebuah lobang. Ada banyak pengertian Lobang dalam konteks ini. Sama persis ketika Tuhan mengawinkan Siang dengan Malam, jenis-jenis lobang ini saling berpasangan satu sama lain. Namun secara global, disini akan terbagi kepada dua bahagian besar yakni Positif dan Negatif. Sasarannya terpulang kepada kita kiranya akan ke Lobang mana kita menjerumuskan mentahtakan diri.
Lobang Positif menurut hemat saya adalah sejenis peluang, Kesempatan yang baik serta dapat dipergunakan dengan semestinya sesuai harapan hati nurani dan hukum yang ada akibat eksisnya bentuk-bentuk kehidupan yang selalu berpasang-pasangan. Adalah sebuah target, tujuan dimana segala hukum, norma dan doktrin telah mengesahkannya sebagai jalan yang seyogyanya ditempuhi demi meraih sebuah kehidupan yang baik, lebih baik, di dua dunia.
Lobang Negatif adalah sebaliknya.
Filosofi nyata dalam keseharian kita adalah jika anda adalah seorang bujang, siang malam membanting tulang sebetulnya hanya demi menghasilkan sesuatu yang dapat dimasukkan melalui satu lobang (mulut ) menuju lobang (baca: wilayah) lambung dan lama kelamaan keluar melalui lobang Anus yang pada akhirnya dilokalisir dilobang (baca: limbah) WC anda.
Kembali kepada hukum alam dimana segalanya selalu berpasang-pasangan, Kita tentu tak mungkin terus-terusan hidup sendiri dalam waktu yang cukup lama, sampai waktu dimana orang sudah halal menyebut kita “Bujang Lapok”. Maka jika beberapa lobang yang seharusnya menjadi prasyarat untuk membangun sebuah masa depan yang lebih tenang -ketimbang masa lajang- sudah kita miliki, wajar jika kemudian kita butuh satu jenis Lobang lagi…. Perempuan!
Kiranya kita akan menempuh jalan yang mana untuk medapatkan jenis-jenis lobang tersebut? Tiada lain kecuali harus memilih dua cara: Halal dan Haram. Tuhan Cuma menciptakan dua pilihan…
Lobang Syurga Pulau Batam
A). Lobang Pekerjaan
Sebelum krisis Global menebar mara, Pulau Batam masih tergolong syurga bagi para pencari kerja. Mereka rata-rata datang dari Pulau Jawa, Padang, Medan, Lampung, Palembang, Sulawesi dll. Puluhan pengusaha swasta milik Investor asing maupun dalam negeri mampu menyerap ribuan tenaga kerja yang didominasi oleh kaum Cewek.
Sayangnya Krisis tiba-tiba datang menebar ulah sehingga untuk beberapa waktu yang relative tidak dapat ditentukan, Batam sebagai Pulau dengan 101 macam pilihan pekerjaan untuk sementara lenyap dengan sendirinya. PHK pun mulai merajalela. Para pekerja PT- begitu sebutan populernya- yang mayoritas perempuan gentayang dimana-mana mencari apapun jenis pekerjaan selagi halal hanya demi terpenuhinya kebutuhan sehari-hari.
Walau demikian, apabila anda termasuk orang yang memiliki skill pada bidang-bidang
tertentu dan masih menganggur di kampung andalah termasuk orang yang diundang untuk datang mengadu nasib. Karena pada pemberitaan beberapa waktu silam para pendatang yang tidak memiliki skill apapun dilarang keras untuk berniat datang apalagi kemudian benar-benar datang. Hal ini dapat dibenarkan karena tentu tanpa skill yang benar-benar memadai bersiap-siaplah untuk menangis apabila nanti anda tidak mampu bertahan dalam kerasnya hidup di Pulau ini. Lobang atau jenis pekerjaan seperti Kuli bangunan, Pemulung, apalagi pengamen dan gerombolan anak-anak Punk untuk sementara ini sudah cukup. Apalagi untuk pekerjaan-pekerjaan kriminal, samasekali tidak dibutuhkan.
B). Lobang Usaha
Meski tak luput dari terjangan krisis seperti yang disebutkan diatas, lobang jenis ini jika kami telusuri masih boleh memberikan pengharapan, kendati diakui penghaslilan atau raupan keuntungan terkadang hanya cukup untuk bertahan hidup jika tidak dibarengi dengan system dan menegement pemasaran atau promosi yang jitu. Semaraknya dunia Property misalnya masih terus berjalan kendati tertatih. Pemilik mini dan super market, pedagang pedagang di mall-mall besar terlihat tetap bisa terbahak walau sesekali menggerutu dan mengeluh karena kesepian pengunjung.
Yang masih tetap menjadi andalan dan sekaligus merupakan ciri khas Pulau ini adalah menjamurnya barang-barang elektronik second. Hampir dari seluruh pelosok negeri, barang-barang second Batam dikenal murah walaupun tidak bagus-bagus amat. Akan tetapi satu lagi hal yang amat disayangkan ketika beberapa waktu lalu SBY resmi meresmikan pemberlakuan FTZ (Free Trade Zone) untuk Batam-Bintan_Karimun-saya ingat ketika itu seluruh ruas jalan yang bakal dilalui SBY dipenuhi bendera Demokrat, sementara yang lain disingkirkan- Para pengusaha barang-barang second pada mengeluh karena entah mengapa, Free Trade Zone koq barang-barang dari negara tetangga malah sulit dan bahkan tidak diijinkan memasuki wilayah Indonesia. Hal ini cukup membingungkan karena disaat lalulintas keluar masuknya barang-barang tersebut seharusnya semakin jelas dan mudah akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Untuk menjawab hal ini, saya secara pribadi berharap semoga para petinggi FTZ berkesempatan masuk dan komentar di Blog ini guna mendapat penjelasan lebih rinci. Batam Post dan Posmetro Batam sejauh ini belum memberitakan secara real tentang hal ini. Entah mungkin saya sendiri yang belum menemukan halamannya.
Popularitas Batam sebagai kota dengan syurga barang-barang second ditopang kuat oleh letak geografisnya yang sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia. Dua Negara inilah yang berandil kuat men-support kenyataan tersebut. Kenyataan…. ya, kenyataan. Inilah kenyataan dimana pencari barang-barang second dari Pulau Batam nyaris setiap hari bolak-balik Batam-Singapura. Sebaliknya kita kebagian secara tidak langsung menjadi penyedia lender-lendir dari daging second untuk warga Singapura maupun Malaysia. Mereka kurang ajar sungguh!
C). Lobang Asmara

Yang Satu ini kedengarannya usang, basi dan menggelikan…- hikS- ) Namun lobang jenis inilah yang acapkali mengendalikan begitu banyak jenis lobang kebaikan dan kejahatan. Semuanya bergantung pada apa dan bagaimana mendapatkan dan lalu mengolahnya. Ada beberapa perusahaan bonafide yang menggunakan tenaga ribuan cewek yang rata-rata cantik dan berpenampilan menarik dengan umur kurang lebih dibawah 25tahun. Dapat dibayangkan ketika jam berangkat dan pulang kerja dibeberapa tempat akan penuh sesak dengan cewek-cewek berpakaian seragam, manis dan nyaris tanpa wajah letih. Kenyataan ini tentu merupakan peluang yang sangat nyata bagi para Arjuna pencari cinta. Saya tidak dapat menjelaskan secara detail tentang cara-cara ampuh untuk menggaet mereka kecuali anda sendiri sudah mapan. Punya rumah paling tidak kontrakan, pekerjaan tetap, kendaraan kinclong dan sedikit aura serta insting afektif. Saya pernah mengatakan “Tidak perlu mirip-mirip Arjuna banget, yang penting kantong bunting dengan duit, sudahlah.. Tinggal pilih!” Ini cukup terbukti bahwa seringkali saya -dan juga orang kebanyakan- berpikir bahwa seorang apek singapura naik mobil bersama anaknya, bukan bersama istrinya. Tapi kenyataannya…. Bini kedua! Simpanan lagi….
Nach… untuk anda yang masih jomblo di kampung, punya sedikit skill, lengkap dengan surat-surat pribadi sesuai dengan ketentuan Undang-undang, datanglah…. datanglah! Jodoh dan masa depan anda mungkin di sini! Jangan lupa tidak boleh merepoptkan siapapun, termasuk pemerintah setempat….
D). Lobang Jalanan
Mumpung lagi berbual masalah lobang, saya menjadi tidak ingin lupa untuk menyentil masalah lobang-lobang yang berserak di ruas jalan-jalan hitam di kota Batam. Menjadi lucu dan unik ketika kita merasa joging saat berkendara diatasnya. Mesra dan mungkin terkesan genit jika kita lagi membonceng cewek karena rata-rata cewek-cewek yang dibonceng berpegangan kuat pada pinggang dan punggung. Menjadi Aneh dan sangat ironis ketika sudah tak terhitung korban berjatuhan gara-gara lobang-lobang jalanan tersebut akan tetapi seakan tidak digubris oleh pemerintah setempat.
Ada. Bukan tidak ada dan bukan tidak pernah pemerintah setempat menutup lobang-
lobang tersebut. Akan tetapi inilah yang mungkin asli bisa disebut gali lobang tutup lobang, lobang satu ditutup, muncul lobang lain. Jalan-jalan di Batam seperti dijaga hantu-hantu usil karena lobang-lobang yang sudah ditutup tak lama kemudian kembali berlobang. Mungkin struktur tanahnya atau struktur duit dikantong kontraktor yang menjadi penyebab lobang-lobang tersebut “Never Say Die.”
Nach Elo… yang pada kepingin di Batam atau yang sudah tinggal menjadi warga Batam, hati-hati sajalah dijalan raya… Karakter lobang seperti ini jauh berbeda dengan macam lobang pada point Tiga (Lobang Asmara). Lobang-lobang ini diam tidak berjalan… Tapi mematikan.
<><><><><><><>

Sebagai salah seorang pengagum Batam, saya keberatan jika Pulau ini norak dan kotor dibeberapa tempat. Pulau Batam menjadi seperti miniature Indonesia bagi Negara-negara tetangga. Karena jika Batam tidak menyediakan kesan yang baik otomatis diotak mereka “Begitulah Indonesia Secara keseluruhan”. Ketika Bapak Walikota Batam, Ahmad Dahlan menerima Piala Adipura, saya sangat bersyukur. Sebab dulunya Batam pernah disinyalir sebagai kota yang termasuk paling kotor.
Saat ini yang membuat saya sedih… Visit Batam 2010.
Waktunya tinggal beberapa bulan lagi. Sementara persiapan untuk itu masih sangat jauh dari yang diharapkan. “Program Melihat Batam melalui Blog” yang dilombakan Batam Blogger Community bisa saja membantu. Tapi tentuya yang akan ditampilkan sudah pasti yang mulus dan serba wah, megah dan indah. Sementara bagian-bagian yang jorok yang sudah pasti tidak akan luput dari perhatian pengunjung Batam di-Off Record-kan. Menjual Kucing dalam karung….
Besok pagi, Minggu 26 April 2oo9 semoga saya menjadi orang pertama yang hadir untuk mengisi himbauan Pak Wali Kota “ Gotong Royong Bersama Demi Adipura” di wilayah tempat tinggal masing-masing.
Wallaahu A’lamu





hehehe… analoginya oke juga.. lobang positif n lbang negatif…. yyuuuu nyari lobang positif aja, kek magnet aja ada posistif n negatifnya ^^
dHian: yang pasti ga se-oke dirimu…
heeeee… ternyata jalanan di mana2 sama saja..rusaaakkkk…walikota di Indonesia msh kebal hukum kayaknya. mestinya walikota lah yang bertanggungjawab terhadap kerusakan jalan publik itu.. (begitu bukan??)
dHian:
batam…go internasional…
salam kenal juga bro!
dHian: woke tengku… sama-sama. maunya kita yang go international ya… ha ha…
go international? amin.
mudah-mudahan…
batam penuh lobang, moga ja nggak terjerambab dalam lobang yang gelap..
bisa2 gali lobang tutup lobang..
dHian: ha, jadi ingat lagunya kak Rhoma mas.. doanya saya amini, be alfi amiin.
klo lobang jalanan keknya d bndung juga lebh parah mas
dHian: yupZ.. mang betul tu mas… inilah permasalahan negara kita. begitu banyak lobang masalah dan lobang yang mendatangkan masalah.
makasih kehadirannya….
ngga bandung… ngga batam… sama aja ternyata
wah,,, ternyata banyak lubang disana yak???
Yang Mana Dulu Dibatam Lubang yg keras apa yg empuk….
dHian : Saya udah bilang masnya, datang sendiri aja. Pemerintahnya mengundang orang-orang yang berkualitas untuk datang memajukan Batam. yang pasti, keras dann empuknya udah kebayang ‘
kan….
agak menyedihkan, saya yang jauh di Jakarta tak mengerti dengan istilah FTZ. tapi kalau niatnya baik pasti saya dukung. saya ada rencana ke BATAM dalam waktu dekat untuk keperluan bisnis dan ini yang pertama kali. untuk orang awam tentang Batam adakah yg bisa bantu saya menerangkan tentang FTZ dengan bahasa sederhana. apakah benar batam tempat yg berbahaya buat saya yang awam. saya tidak ingin bekerja di batam. tapi saya akan sering ke Batam karena tugas kantor yang di bebankan ke saya. email me if anyone can help suwar_too@yahoo.com
lobang buaya ada ga?
“…” : gimana ngejawabnya ne ya, banyak sich kalo mau bikin analoginya. banyak banget! disekeliling senny juga banyak koQ!
tulisan yang menarik,….
selamat hari raya
lobang-lobang jalanan dikota batam sudah mulai diperbaiki. namun Visit Batam 2o1o di undur lho…