Repetitive Strain Injury
Komputer memberikan banyak kemudahan. Berbagai kelebihan yang ditawarkan barang elektronik ini membuat orang tergantung padanya. Namun siapa sangka jika Mouse misalnya, memiliki potensi bahaya yang perlu diwaspadai.
Setiap hari frekuensi pergerakan tangan dengan salah satu hardware Komputer ini terus bertambah. Pengaruhnya terhadap pergelangan tangan memang tak terasa dalam hitungan menit. Namun untuk orang yang seharian harus menekan tuth dan menggerakkan Mouse, Repetitive Strain Injury (RSI) menjadi ancaman serius. Bukan hanya Computer Vision Syindrome saja yang sering muncul, melainkan juga resiko-resiko lain pun dapat mengganggu kesehatan. Salah satunya adalah rasa nyeri pada pergelangan tangan maupun pada jari-jari tangan. Jika terjadi, berhati-hatilah dan segera periksakan diri ke Dokter. Kemungkinan anda terkena penyakit Repetitive Strain Injury.
Repetititve Strain Injury adalah cedera atau kerusakan yang terjadi pada otot atau jaringan tubuh lainnya karena melakukan sesuata secara berulang-ulang dan berlangsung selama bertahun-tahun. Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada otot dan jaringan saraf yang berawal dari suatu perobekan.
Sebagian orang mungkin mengenal Repetitive Strain Injury itu sebagai Carval Tunnel Syndrome.
Dalam istilah medis penyakit ini biasa disebut dengan gejala mati rasa, ngilu dan lemah, iritasi pada bagian tengah otot disekitar pergelangan tangan. Cukup beragam pekerjaan yang menyebabkan kemungkinan penyakit tersebut. Salah satunya adalah meningkatnya penggunaan sarana Komputer. Kegiatan yang selalu melibatkan Keyboard dan Mouse ini dapat menyebabkan cedera urat tangan, lengan, dan bahu.
Sebenarnya semua resiko yang dialami oleh semua pekerja kantoran bukan semata-mata karena faktor kecerobohan, seperti kurang memerhatikan posisi duduk yang benar. Selama delapan jam sehari, pekerjaan dilakukan dengan posisi duduk, sementara jari-jari tangan sibuk memencet tombol keyboard dan mouse. Sarana penunjang kerja perlu mendapat perhatian, tidak hanya dari segi keselamatan tapi juga kenyamanan dan kesehatan.
Seseorang dapat terkena Repertitive Strain Injury karena saat menekan tombol tuth dan mouse bahu dan lengan bagian atas cenderung tertahan. Keadaan seperti ini dapat menghambat peredaran darah ke lengan bagian bawah. Padahal lengan bagian bawah membutuhkan aliran darah yang lebih banyak dari keadaan normal ketika jempol dan jari lainnya melakukan gerakan kecil dan teliti. Ditambah lagi dengan sikap duduk yang tidak rileks dan penempatan ruang kerja yang membuat orang tidak nyaman.. Keadaan itu membuat orang sakit pada otot-otot tendon, saraf-saraf disekitar tangan, pergelangan, jari, bahkan pundak dan leher sebagai akumulasi dari pekerjaan dalam kurun waktu yang lama.
Repetitive Strain Injury adalah sebuah istilah yang digunakan untuk men-definisikan berbagai macam cedera pada otot tendon dan saraf. Cedera ini biasanya disebabkan oleh aktifitas yang membutuhkan gerakan yang berulang-ulang. Salah satunya adalah mengetik atau menekan dan menggerakkan mouse. Gejala Repetitive Strain Injury dapat munucul di berbagai tempat mulai dari pangkal lengan hingga ujung tangan. Repetitive Strain Injury yang biasa disebut Cumulative Trauma Disorder ini bias terjadi karena posisi tubuh jurang rileks. Ada tekanan terhadap urat dan saraf tangan, pergelangan tangan, lengan dan pundak serta leher. Kurang istirahat dalam menggunakan computer dapat menyebabkan otot tangan terasa kaku dan kesulitan dalam melakukan sesuatu. Kesulitan terdebut bias berupa sulit membalikkan halaman buku, memutar tombol dan memutar gelas. Gejala lain yang dirasakan adalah saat bangun timbul rasa sakit di pergelangan tangan atau mati rasa diseluruh tangan. Di pagi hari tangan juga sering terasa canggung. Dianjurkan agar pada saat mengetik pergelangan tangan hendaknya tidak ditekuk ke atas, ke bawah atau ke samping. Begitupun untuk ukuran huruf di monitor sebaiknya tidak terlalu kecil sehingga mudah dibaca dan tidak perlu membungkukkan badan ke depan monitor setiap kali membaca teks.
Cara mengatasi mengatasi penyakit ini adalah dengan memijat otot secara langsung dan serabut saraf yang mengalami ketegangan. Cara lain adalah dengan melakukan olah raga ringan dan berulangkali setiap 30 menit sebelum mulai kerja. Pencegahan lain yang cukup manjur adalah betul-betul memerhatikan posisi tubuh dan cara duduk. Seperti kaki harus di datarkan pada lantai, lutut harus lurus terhadap kaki dan membungkuk pada sudut yang pas. Untuk menopang punggung yang bawah gunakan korsi yang baik atau dengan gulungan handuk. Sedangkan untuk punggung atas, lakukan gerakan melengkung secara natural. Berpikirlah lebih dahulu sebelum mengetik untuk menghindari pengetikan atau pengeditan berulang. Sebaiknya menggunakan sentuhan ringan saat mengetik dan jangan menekan tombol terlalu keras. Repetitive Strain Injury tidak hanya menyerang orang dewasa tapi juga anak-anak. Bahkan pada anak-anak penyakit ini bisa menyebabkan kelumpuhan. Anak-anak terhalang untuk melakukan kegiatan yang sederhana seperti memegang sikat gigi, mengangkat tas sekolah atau bahkan mengancingkan baju. Secara psikologis, kondisi ini jelas sangat berpengaruh.




Maz, ada award tuh dari blog vee biat maz dhian…
di ambil yah