Selamat Jalan Amrozie dkk….
12 Oktober 2002, tragedi bom Bali I merenggut 202 jiwa. Sebuah tragedi, sebuah awal dari perjalanan menuju kematian bagi tiga orang yang dinyatakan bertanggungjawab. Amrozie, Imam Samudra dan Muchlas.
Malam, 9 November 2008. Lapas Batu Nusakambangan diceritakan cukup dingin. Hujan yang mengguyur sejak beberapa jam silam menambah karakter angker yang dimiliki Lapas tersebut, terlebih ketika tiga pasang mata terpidana mati mulai ditutup kain hitam untuk kemudian digiring ke sebuah lokasi dimana Malaikat pencabut nyawa menunggu.
Kurang lebih Pukul 11,30 waktu setempat, mereka sudah sampai di perkebunan jeruk, sebuah kawasan bekas Rutan Nirbaya berjarak sekitar 6 kilometer dari sel super maximum security Lapas Batu Nusakambangan. Amrozie dan yang lainnya beberapa menit kemudian sudah terposisi manis pada tiang pancung masing-masing. Dengan mata yang masih ditutup, tangan dan kaki diborgol pada tiang pancung, petugas kemudian menjauh. Dokter maju memberi tanda titik hitam tepat pada jantung dan tinggal menunggu komando “DOR” dari Jaksa eksekutor.
Kurang lebih 10 meter dari tiang pancung yang berjarak 7 meter antara satu dengan lainnya 36 anggota Brimob dari Polda Jawa tengah lengkap dengan senjata berpeluru 5,6 milimeter siap sebagai pemanggil malaikat pencabut nyawa hadir mencopot kandungan hidup ketiga terpidana. Detik demi detik terlewati, bahwa yang ada mungkin hanyalah mati sebentar lagi. Beban moral yang mungkin lebih sakit ketimbang mati itu sendiri.
Pukul 00.00 waktu setempat (versi Batam Post) tertulis pada arloji Jaksa Eksekutor. Komando kematian sudah terdengar. Suara 18 timah panas yang muntah dari induknya pecah membelah hening malam. Semua yang diam dan bergerak, serta lampu sorot dibelakang atas kepala regu tembak tampil sebagai saksi dari akhir cerita ketiga actor bom Bali Satu. Selamat jalan Amrozie, selamat jalan Imam Samudera, selamat jalan Muchlas. Pecipta Kasih Maha Kasih menunggu kedatangan kalian dialam sana. Berjalanlah dengan tenang. Jangan pernah lagi berpaling ke belakang. Semoga kalian adalah bukti sekaligus membuktikan bahwa Negara Tidak Boleh Kalah oleh Terorrist. Semoga kalian , pelajaran paling berharga yang mem-prasastikan tegak dan murninya supremasi hukum Indonesia, bukan atas lirikan dan lotot mata orang luar.
Intisari dan sketsa kejadian diambil dari beberapa sumber.





salam coy, pa kabar sekarang? ya…. mari sama-sama mengucapkan selamat jalan amrozie dkk!
akhirnya… barangkali duka para korban terhapus kini, meski tak penuh..
dHian : dirimu memang selalu keren yaCh. makasih!
innalillahi wa inna ilaihi rajiun..
diriku hanya bisa komen itu mas..
dHian : terkadang kita memang harus begitu mas….
tapi ternyata belakangan diketahui ketiga almarhum menolak ditutup matanya. entahlah koran pun pada gak satu cerita.
benarkah amrozi cs aktor bom bali coba simak
http://swaramuslim.net/galery/more.php?id=6126_0_18_0_M
amrozie cs…. namamu akan selalu dikenang, meski tak seharum mawar
saya ga bisa komen, tadinya mau komen panjang lebar, tapi .. kurang ngepas dibahas. saya hanya bisa berdoa smoga arwah bliau diterima di sisinya. yang tau kita salah / benar hanya Alloh, SWT.
berdasarkan bukti2 dzohir yang ada atas ketiga jasad beliau, insyaAlloh mereka syahid demi membela agama, amien