Jika Waktu Berhenti Esok Pagi

2008 October 6

Terlontar Aku

Terhunjam jauh

Dari poros hidup

Namun bukan mati

        Karena bayu-bayu

        Panas dan dingin….

        Dan nakal….

        Masih keliar

        Hidupiku tampa gerak

        Tampa gaya.

Apa….

Atau siapa,

Tertempa Aku-ku pengecut

Hanya lantang didepan diri sendiri

Alam,

Tuhan….

Dan bukan pada sesama.

        Sementara daun sepucuk itupun….

        Belum gugur

        Menanti bunga segar mekar

        Merayu tatap dengan indah

        Seperti pada pagi

        Di hujan pertama,

        Teduh

        Harum,

        Terobati dahaga.

Lalu Aku datang lagi subuh tadi pagi

Bersama ruh dan raga mungil

Nyali kerdil

Dan tapi….

Asa agung

        Melangkah

        Menjatikan diri sebagai manusia

        Namun belum!

        Karena ku terpijak kaki-kaki itu

        Tertinggal….

        Terpuruk…..

        Meski asa kian agung

Entah….

Sebagai jawab “kapan?”

Lalu diamku sejenak

Marah sembari menadah

Terengah mengejar lelah,

Dingin keringat.

Sekali lagi ia bilang “belum!”

Membalas lototku

Marah!!!!!

 

Maka jika waktu berhenti esok pagi

Tiada lagi Mentari ‘kan menyaksi

Tentang sebuah hidup

Yang belum diridhai

        Tiada lagi otak dan otot

        Serta hati yang mengais jati

        Disamping limbah hari

        Pada setengah dari seluruh mimpi

        Pada regam jemari nasib,

        Kekeh peradaban

        Dan pada tirai masa yang berlabuh

        Dalam anjangsana usia.

Walau dalam diam ku sesungguhnya berlari

Seperti juga dalam gerak

Selalu ku tersandung pada setiap ujung

Di pinggiran itu….

Ku masih tak dewasa

Sebab cahaya yang dituju

Laju….

        Biarkan jika waktu berhenti esok pagi

        Sungguh ku tak akan berhenti bersujud

        Membumikan diri

        Pada ridhaMu….

        Ya Rabbi….

 

 

 

11 November 2oo7 Pantai Lovina, Singaraja Bali  

16 Responses leave one →
  1. 2008 October 6

    maka jika jatah bayu bagiku, habis….
    biarlah! asal Kau janji RidhaMu itu juga untukku!

    teman…. mohon sepatah katamu, demiku, dan ridha itu!

  2. 2008 October 6
    indahayatisamsi permalink

    Salam ukhuwah dari Malaysia…
    Walau, ada beberapa perkataan yang sukar saya fahami… tetapi rangkap terakhirnya sangat saya sukai

    Biarkan jika waktu berhenti esok pagi

    Sungguh ku tak akan berhenti bersujud

    Membumikan diri

    Pada ridhaMu….

    Ya Rabbi….

    MasyaAllah, indah sekali….

  3. 2008 October 6

    makasih udah mampir ke blogku…

    salam kenal juga

    semangat! jangan pernah lelah untuk mencari hidayah itu yak, toh yang Maha Pemberi Hidayah itu nggak pernah tidur, online 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, 12 bulan setahun…wes pokoknya kapanpun

  4. 2008 October 7

    #indahayatisamsi…. katamu seindah namamu. terimakasih telah berkunjung. salam uhkuwah, juga dari Indonesia.

    #W…. entah, aku lupa namamu, tapi itu gak penting. terimakasih telah menasihati serta mampir dilembarku. Insya Allah, aku akan terus berlari mengejar Hidayah itu, selagi jatah hari masih ku miliki!

  5. 2008 October 8

    duh… buru-buru solat deh…. udh maghrib nih..

  6. 2008 October 13

    bersujud kepada Allah itu memang tidak akan pernah bisa berhenti.. selalu rindu untuk lagi dan lagi :)

  7. 2008 October 14

    mantap mas… salute buat dirimu mas…
    *tepuk tangan**

  8. 2008 October 15

    #mbak chic, bantu aku bagaimana bisa selalu merinduiNya, lagi dan lagi!
    #mas hangga, makasih tepuk tangannya….
    *#semoga apa yang saya inginkan dari semua ini akan tercapai, amien.#

  9. 2008 October 19

    Mengingatkan aku tuk segera bersujud, walau beralaskan sajadah butut…

    dHian : “makasih bunda…. mari saling mengingatkan.”

  10. 2008 October 21
    dewe permalink

    indah sekali. . . . mengesankan mas!

  11. 2008 November 10

    bersujud tak akan pernah ada batasnyo. lakukakan terus tampa henti!

  12. 2008 December 6

    eee monce…..

    piran me’ tetu2 jari?

  13. 2008 December 7

    Jk meminta aQ takkan pinta bumi berhenti berputar dan biar pagi tetap menyonsong, sebab hidup tak pernah membiarkan dosa dan kebaikan pun berhenti, sampai raga tak bernyawa sekalipun…
    Maka, sujudku pun tak bertepi, agar esok slalu lbh baik…selalu..

    Makaish udah mampir ke blogQ, salam kenal
    :)

  14. 2008 December 8

    mengingatkan saya pada lagunya Opick yag judulnya Alhamdulillah :-)

  15. 2009 June 13

    Jadi orang sebenarnya, kalau mau hidup bahagia dan normal, janganlah terlalu banyak keinginan, karena keinginan yang tak tercapai adalah sumber dari segala macam penyakit.

  16. 2009 June 13

    Saranku..Hiduplah seperti air yang mengalir, yang selalu membasahi di tempat yang kering, maksudnya jadilah manusia yang berguna untuk semua orang, agama, maupun bangsa. amien.

    Tampiasih meton

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS