Jika Waktu Berhenti Esok Pagi
Terlontar Aku
Terhunjam jauh
Dari poros hidup
Namun bukan mati
Karena bayu-bayu
Panas dan dingin….
Dan nakal….
Masih keliar
Hidupiku tampa gerak
Tampa gaya.
Apa….
Atau siapa,
Tertempa Aku-ku pengecut
Hanya lantang didepan diri sendiri
Alam,
Tuhan….
Dan bukan pada sesama.
Sementara daun sepucuk itupun….
Belum gugur
Menanti bunga segar mekar
Merayu tatap dengan indah
Seperti pada pagi
Di hujan pertama,
Teduh
Harum,
Terobati dahaga.
Lalu Aku datang lagi subuh tadi pagi
Bersama ruh dan raga mungil
Nyali kerdil
Dan tapi….
Asa agung
Melangkah
Menjatikan diri sebagai manusia
Namun belum!
Karena ku terpijak kaki-kaki itu
Tertinggal….
Terpuruk…..
Meski asa kian agung
Entah….
Sebagai jawab “kapan?”
Lalu diamku sejenak
Marah sembari menadah
Terengah mengejar lelah,
Dingin keringat.
Sekali lagi ia bilang “belum!”
Membalas lototku
Marah!!!!!
Maka jika waktu berhenti esok pagi
Tiada lagi Mentari ‘kan menyaksi
Tentang sebuah hidup
Yang belum diridhai
Tiada lagi otak dan otot
Serta hati yang mengais jati
Disamping limbah hari
Pada setengah dari seluruh mimpi
Pada regam jemari nasib,
Kekeh peradaban
Dan pada tirai masa yang berlabuh
Dalam anjangsana usia.
Walau dalam diam ku sesungguhnya berlari
Seperti juga dalam gerak
Selalu ku tersandung pada setiap ujung
Di pinggiran itu….
Ku masih tak dewasa
Sebab cahaya yang dituju
Laju….
Biarkan jika waktu berhenti esok pagi
Sungguh ku tak akan berhenti bersujud
Membumikan diri
Pada ridhaMu….
Ya Rabbi….
11 November 2oo7 Pantai Lovina, Singaraja Bali





maka jika jatah bayu bagiku, habis….
biarlah! asal Kau janji RidhaMu itu juga untukku!
teman…. mohon sepatah katamu, demiku, dan ridha itu!
Salam ukhuwah dari Malaysia…
Walau, ada beberapa perkataan yang sukar saya fahami… tetapi rangkap terakhirnya sangat saya sukai
Biarkan jika waktu berhenti esok pagi
Sungguh ku tak akan berhenti bersujud
Membumikan diri
Pada ridhaMu….
Ya Rabbi….
MasyaAllah, indah sekali….
makasih udah mampir ke blogku…
salam kenal juga
semangat! jangan pernah lelah untuk mencari hidayah itu yak, toh yang Maha Pemberi Hidayah itu nggak pernah tidur, online 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, 12 bulan setahun…wes pokoknya kapanpun
#indahayatisamsi…. katamu seindah namamu. terimakasih telah berkunjung. salam uhkuwah, juga dari Indonesia.
#W…. entah, aku lupa namamu, tapi itu gak penting. terimakasih telah menasihati serta mampir dilembarku. Insya Allah, aku akan terus berlari mengejar Hidayah itu, selagi jatah hari masih ku miliki!
duh… buru-buru solat deh…. udh maghrib nih..
bersujud kepada Allah itu memang tidak akan pernah bisa berhenti.. selalu rindu untuk lagi dan lagi
mantap mas… salute buat dirimu mas…
*tepuk tangan**
#mbak chic, bantu aku bagaimana bisa selalu merinduiNya, lagi dan lagi!
#mas hangga, makasih tepuk tangannya….
*#semoga apa yang saya inginkan dari semua ini akan tercapai, amien.#
Mengingatkan aku tuk segera bersujud, walau beralaskan sajadah butut…
dHian : “makasih bunda…. mari saling mengingatkan.”
indah sekali. . . . mengesankan mas!
bersujud tak akan pernah ada batasnyo. lakukakan terus tampa henti!
eee monce…..
piran me’ tetu2 jari?
Jk meminta aQ takkan pinta bumi berhenti berputar dan biar pagi tetap menyonsong, sebab hidup tak pernah membiarkan dosa dan kebaikan pun berhenti, sampai raga tak bernyawa sekalipun…
Maka, sujudku pun tak bertepi, agar esok slalu lbh baik…selalu..
Makaish udah mampir ke blogQ, salam kenal
mengingatkan saya pada lagunya Opick yag judulnya Alhamdulillah
Jadi orang sebenarnya, kalau mau hidup bahagia dan normal, janganlah terlalu banyak keinginan, karena keinginan yang tak tercapai adalah sumber dari segala macam penyakit.
Saranku..Hiduplah seperti air yang mengalir, yang selalu membasahi di tempat yang kering, maksudnya jadilah manusia yang berguna untuk semua orang, agama, maupun bangsa. amien.
Tampiasih meton