DHIANOFIE...

Blog Warisan…

Gersangnya hati… dan semerawutnya benang-benang kehidupan membuatku jenuh terhadap banyak hal. Termasuk Blog ini. Sering terlintas di benak untuk menghapusnya saja. Tapi ada rasa tak tega yang selalu menghalangi. Ia tiba-tiba saja terasa hambar tak berguna. Aku menyadari apa yang digurat ingat adalah rasa sunyi tak terkira saat membuka dan meng-update-nya sendiri. Tidak berdua lagi seperti dulu. Berdebat mesra dalam pro dan kontra. Memilih dan menentukan desain dan postingannya.

Perasaan kehilangan menjadi lebih dahsyat muncul setiap kali memasukinya. Seperti sebuah rumah besar dan mewah yang dihuni dua insan pemilik dan pemegang kasih murni, kemudian terpisah selamanya oleh kesombongan takdir. Kesombngan Tuhan yang Maha Congkak.

Blog ini ada dihadapan anda bukan tercipta atas kehendak dan ide saya sendiri. Ia pernah menjadi sebuah surprise suatu saat silam, disuatu tempat, dalam acara yang disebutnya ulang Tahun Kedua Cinta dHian dan Ofie (dHianofie 27o52oo8). Dari saat itu hingga saat –saat terakhir kepergiannya, Blog ini seperti secangkir kopi harum yang kami reguk sebelum pulas dalam peluk malam.

Coretan ini sudah lama terpendam di Draft. Rasa enggan untuk berbagi cerita begitu tertanam dalam di relung hati. Entah karena rasa pesimis yang ternyata juga cukup kuat bahwa ianya tak bakal efektif buat melipur lara, walau pada akhirnya saya dikejutkan ceramah seorang teman bahwa semesta ini cukup luas bukan saja untuk dibaca tapi juga mengadu, menikmatinya dan bahkan menantangnya habis-habisan.

Tulisan ini saya publish dengan sebuah harapan akan ada tergulir sedikit belas…. dan secara tak sadar dari lubuk hati pengunjung yang paling dalam mengalir bait-bait doa “semoga kalian tenang di alam masing-masing”

Blog ini seperti makhluk warisan yang harus saya beri makan setiap diperlukan, setiap ada tenggat dan sempat. Meski beberapa minggu setelah kepergiannya Ia justru mulai meniupkan ruh-ruh jahat. Ruh Kesunyian, tandus dan gersang. Juga, Kehilangan tak terperi saat mengingat dan membukanya.

Adalah seorang perempuan yang penuh dengan seribu satu kelembutan, telah pergi mewarisiku segala tetek-bengek kepiluan. Ia pergi bukan menghianati. Ia pergi hanya mendahului dan menanti di alam berikutnya. Semoga engkau telah tenang bersamaNya, di surgaNya, amin.


pulaulombok

Situs Resmi Komunitas Sasak

Milis Komunitas Sasak

Mataram

Lombok Barat

Lombok Tengah

Lombok Timur

Koran Digital Indonesia

JAWAPOS
KOMPASPOS KOTA
KONTAN
KORAN TEMPO
MEDIA INDONESIA
FAJAR
BANJARMASIN POS
BATAM POS
BISNIS JAKARTA
PONTIANAK POS
REPUBLIKA
BALI POS
METRO POS BATAM
RADAR SEMARANG
RIAU POS
SUMUT POS
METRO SIANTAR
TRIBUN KALTIM

Bursa Laptop Murah